Install Ubuntu HArDy di Axioo Neon vl 624 nc

9 07 2008

Woww…

Itulah kesan pertama mencoba Ubuntu yang belum genap sebulan lalu.

Bukan apa-apa, bagi newbie seperti aku, Ubuntu benar-benar bikin sesek karena emang tidak seperti Wixxxws. Yah begitulah, apalagi setelah nyari info kesana-kemari, yang cocok buat compi Axioo punyaku hanya distro-distro tertentu. Nyari sana-sini nemu: Freespire 2.0; kubuntu feisty, ubuntu feisty. Akhirnya aku mencoba dua yang terakhir. Kubuntu feisty hanya dicicip ajah, yang ubuntu feisty hampir sampai 3 pekan.

Tapi emang yang namanya Linux, banyak tantangan yang disediakan ubuntu feisty, terutama karena tidak supportnya dengan hardware. Install ini itu, compile ini itu dsb. Waaah kok repot ya. Akhirnya nyari info lagi. Kebetulan aku sudah punya Ubuntu baru, Hardy Heron. Jadinya tergoda untuk mencoba instal di Axioo edisi Neon VL yang kata orang edisi ‘agak jadul’, dan ’susah’ adaptasi sama linux.

Pertama kali nyoba live CD-nya, sukses, tanpa problem seperti waktu nyoba Gutsy yang VGA-nya jadi error.

Jreng-jreng, lancar. Sehari kemudian sengaja mengalokasikan waktu buat install Hardy. Eng ing eng. Dengan hati berdebar-debar ekspedisi dimulai. Iya, berdebar-debar, maklum, kalo ini gagal berarti harus ngembalikan OS ke Feisty yang sekaligus melengkapi segala software dan program yang mendukung.

Aku pilih fresh install. Jreng…. forward…forward… dst. sampai pada partisi hardisk, aku pilih ‘manual’, karena di hardisk-ku sudah terbagi dua, satunya format ntfs yang berisi semua data riset, dan stu lagi yang akan aku buat install system. Alokasi selesai, 15 Gbyte buat ext3 dan 5 Gbyte buat swap. yang 20 Gbyte ntfs tidak diutak-atik. Selesai….sampai saat ini lancar. Terus forward lagi sampai selesai instal dan restart. Clekk…..

Nah ini dia, begitu restart, masalah mulai muncul (sudah diduga sejak awal, pasti akan ada inkompatibilitas). Ternyata, ga bisa masuk ‘halaman login’. Gelap.

Apa yang saah ya. Akhirnya nyoba install lagi dengan prosedur yang sama. Jreng…. hasilnya sama.

Akhirnya nyoba install dari halaman dekstop. Jadi masuk dengan live CD dulu, baru doble klik icon ‘install’. Sampai di tahap partisi hardisk. Aku jadi ingat, sebelumnya ada alokasi hardisk yang berlabel used …. Mbyte, Free ….Mbyte. Ternyata harus dikosongin. Tapi aku belum tahu logika-nya dengan kegagalan masuk halaman login.

Sret… Tung… masuk halaman login, tapi kok….?????. Lah… tempat masukin nama ama password kok ga kelihatan. Trus kayaknya yang tampak di layar cuman seperempat bagian kiri atas. Akhirnya seperti yang disampaikan oleh ‘belalang’ (http://belalang.web.id/index.php?id=23#c000030) yang harus mengetikkan dengan mencoba ilmu melihat dalam gelap. Aku ketikkan ‘user name’ enter, password enter. OKe deh masuk ke desktop. Tapi lah…lah… ternyata sama. Cuman seperempat bagian yang kelihatan. Untungnya pada ubuntu, letak panelnya ada diatas jadi masuk ke System > Preferences > Screen Resolution. Trus diganti ke 1024×768 sesuai dengan layar yang aku pake.

Sampai saat ini OK bgt, Trus ganty repository ke repo lokal, terus update.

Selesai? belum, masih ada yang mengganjal. Halaman login-nya…. Ya… Akhirnya sesuai instruksi dari ‘belalang’ aku jalankan edit xor.conf

$ sudo nano /etc/X11/xorg.conf

terus pada section ‘screen’ ditambah:

subsection  "display"
virtual 1024 768
modes "1024x768"
endsubsection

Restart, dan ….well …OK… excellent. Sejauh ini siiip lah, katanya Pak Bondan “mak nyuus…..”

Thank you ‘belalang’.

Info lainnya untuk Axioo VL 856 P ada di blognya ‘belalang’ :

http://belalang.web.id/index.php?id=23#c000030


Actions

Information

Leave a comment