Ingin ikut menyebarluaskan informasi dari Jawa Timur.
=====================================
Pendaftaran untuk Seleksi
PROGRAM PERTUKARAN PEMUDA ANTAR NEGARA (PPAN) 2010
daerah Jawa Timur telah dibuka!
Ingin ikut menyebarluaskan informasi dari Jawa Timur.
=====================================
Pendaftaran untuk Seleksi
PROGRAM PERTUKARAN PEMUDA ANTAR NEGARA (PPAN) 2010
daerah Jawa Timur telah dibuka!
Sekitar lima bulan lalu istri saya bilang, “mas, itu printer kita …”, sambil menunjukkan sebuah printer inkjet Epson PM-740DU. Seketika saya bertanya, “masih bisa dipakai ?…”, saya bertanya demikian karena printer itu bukan lagi printer baru dan kemudian istri saya bilang kalau belum pernah mencobanya.
Sehari setelah percakapan kecil itu, kami disibukkan dengan kepindahan kami ke rumah yang baru. Sebuah apartemen kecil yang kami sewa selama tinggal di Jepang. Beberapa hari kemudian, kami disibukkan dengan aktivitas bulan Ramadhan 1430 H. Saya lupa kapan tepatnya kami memutuskan untuk membeli tinta baru untuk printer Epson itu, sepertinya beberapa pekan atau bahkan dua bulan kemudian. Kalau tidak salah, keputusan kami untuk membelikan tinta baru karena hendak mencetak beberapa peta jalan, sementara kami menemukan kalau tinta printer tersebut sudah habis.
Sebelumnya saya mencoba mencari tahu informasi terkait Epson PM-740DU di Ubuntu. Waktu itu saya masih menggunakan Ubuntu Hardy. Saya sekaligus mencari cara install printer tersebut.
Singkat kata, begitu tinta sudah terbeli dan dipasangkan di printer, instalasi di Ubuntu dilakukan. Saya mencobanya baik di Ubuntu Hardy maupun Karmic. Berikut ini instalasi di kedua distro Ubuntu tersebut.
Eh eh eh eh he he he he ….
Ada yang ngasih award ke blog ini eh eh eh eh …
Well, makasih Mbah Jiwo …
I wish, everything is already done …
This resources problem …, this distance …, this step …
“My dear fellow.” said Sherlock Holmes as we sat on either
side of the fire in his lodgings at Baker Street, “life is infinitely
stranger than anything which the mind of man could invent. We
would not dare to conceive the things which are really mere
commonplaces of existence. If we could fly out of that window
hand in hand, hover over this great city, gently remove the
roofs, and peep in at the queer things which are going on, the
strange coincidences, the plannings, the cross-purposes, the won-
derful chains of events, working through generation, and leading
to the most outre results, it would make all fiction with its
conventionalities and foreseen conclusions most stale and unprof-
itable. “
(SH in A Case of Identity)